tari
MERAK SUNDA
sejarah
penciptaan
Karakteristik & Pelatihan Tari: Tari Merak Sunda merupakan mahakarya gaya Sunda yang menampilkan keanggunan dan gerakan khas burung merak (gerak cingeus, lincah, teknik membentangkan ekor, keharmonisan ritme, serta penjiwaan karakter bangga/pongah).
Asal-usul & Penciptaan: Terinspirasi dari Tari Merak karya Rd. Tjetje Somantri (1955) dan pengalaman mengikuti Misi Kesenian Kepresidenan ke New York World’s Fair 1964, Irawati Durban menciptakan Tari Merak Sunda dengan menambahkan ragam gerak baru serta mendesain ulang kostumnya.
Pengembangan & Penyempurnaan:
1965: Batal tampil di New York akibat peristiwa G30S/PKI, namun dialihkan untuk Misi Kesenian ke Jepang, Korea Utara, dan RRT.
1984: Irawati menyempurnakan koreografi, musik iringan, dan kostum untuk acara Konferensi Non-Blok di Bandung, yang menjadi bentuk final Tari Merak Sunda.
Pengembangan Lanjutan: Irawati kemudian menyederhanakan koreografinya menjadi 3 ragam gerak bernama Tari Merak Sadunya agar dapat ditarikan oleh semua kalangan di seluruh dunia.
Pengakuan & Pengakuan Budaya: Tari Merak Sunda kini diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional dan kerap dirayakan melalui pergelaran kolosal, seperti Festival Sarewu Merak Tandang (2015), pementasan 1.000 penari Tari Merak Sadunya di Gedung Sate (2022), hingga gerakan Tari Merak Goes to UNESCO.